“Bang,tolong bang……tolongin adek…”,suara dari hp kesayanganku memecah keheningan di laboratorium ukuran 3×3 ku,sekaligus tempat istirahatku.
“Ada apa? Suaramu….kok panik banget dik??”,tanyaku memastikan.
“Cepet kesini bang…ke kontrakanku,cepet bang…tolong..”,balas Mia sesenggukan menahan tangis.
“Bah!! Malam-malam gini? Bisa-bisa digerebek hansip abangmu ni…gimana kau ni,emangnya ada apa dek…bilanglah kau….jangan panik dulu..coba baca bismillah dulu,tenang dulu ”,aku menolak dan berusaha menenangkan.
“Masya Allah bang…adikmu ni dalam bahaya bang…,aku takut bang…harga diriku…tolong bang..”.





Komentar Terakhir